kewajiban menuntut ilmu bagi umat islam

oleh : Rozana

Kisah Imam Syafi’i yang diusir oleh ibunya karena pulang sebelum selesai kuliah sudah sering dengar, pengusiran tersebut membuat sang Imam sadar akan tugas utamanya, yaitu menuntut ilmu. dia sadar bahwa dia adalah menuntut ilmu adalah kewajiban bagi semua umat. Beliau sendiri juga tahu bahwa yang paling merindukannya adalah sang Ibu, namun begitu melihat keimanan sang Ibu, beliau pun bertambah keyakinan dan  giat  untuk kemudian menggali pengetahuan lebih dalam hingga menjadikannya menjadi sebuah mazhab dalam Islam. Dan beliau pun sadar akan kewajiban menuntut ilmu dan beliau pun sangat rajin dalam menuntut ilmu dan menggali semua ilmu, seorang ulama mazhab karena ilimu yang ia miliki mamaou menjadikannya seorang mazhab besar.dan sampai sekarang imam syafi’i adalah menjadi seorang mazhab dengan begitu banyak ilmu yang ia miliki dan dengan bengitu bayak ilmu yang ia miliki dalam menuntut ilimu sampai sekrangb beliau sudah menulis bnayak buku salah satau buku yang beliau tulis yang berjudul AR-RISALAH. Imam Syafi’i dikenal dengan salah satu mazhab ke empat, nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i.
Menuntut ilmu merupakan salah satu jihad dalam islam, beda dengan jihad di medan perang melaikan  , menuntut ilmu adalah berjihad memerangi kebodohan dalam beragama.
Demikian sentralnya masalah ini dalam islam sehingga Allah mengingatkan agar kaum muslim jangan semuanya menjadi prajurit keamanan –dalam tren modern mungkin dapat diartikan seperti pegawai pemerintahan–, menuntut ilmu adalah bagian dari perang yang kedudukannya dilebihkan Allah beberapa derajat lebih mulia bahkan dari seorang abid sekalipun.
Hal ini cukup beralasan mengingat cobaan yang bakal dilalui seorang penuntut ilmu lebih besar, sebut saja beberapa faktor fitri manusia seperti rasa tak sabar, kerinduan, ketelitian, butuh waktu yang lama, kegigihan yang kuat dan kesabaran yang tinggi yang berdaya seperti memakan secara perlahan, hal ini juga pernah diucapkan oleh salah seorang sahabat yang memulainya dengan ucapan “akhi!! lan tanalul ilma illa bisittah”..dst .
Urgensi upaya ini muncul kepermukaan ketika seorang penuntut ilmu dituntut mengaplikasikan ilmu yang telah dicapainya ketika berada pada posisi ulama ditengah masyarakat dimana tergabung semua elemen baik rakyat sipil ataupun pemerintah menerima arahannya.
nah.. ketika seorang penuntut ilmu tidak sunngguh-sungguh menuntut ilmu, ataupun dalam upayanya terdapat kecacatan dalam pembelajarannya, maka saat dia menjadi rujukan masyarakat tentu akan berdampak secara global bagi kaum muslimin secara keseluruhan, melihat hal ini wajar jika Nabi SAW mewanti kita “rusaknya masayarakat karena rusaknya ulama”… silahkan pembaca melihat keadaan saat ini dengan membandingkan ulama dan kelompok masyarakat yang berada dibawah asuhannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini